Tampilkan postingan dengan label Bahasa Pemrograman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Pemrograman. Tampilkan semua postingan

22 April 2018

Cara Mengetahui CMS Atau Bahasa Yang Dipakai Suatu Website

Cara Mengetahui CMS Atau Bahasa Yang Dipakai Suatu Website
Cara Mengetahui CMS Atau Bahasa Yang Dipakai Suatu Website

Cms atau singkatan dari "Content Management System" yaitu suatu alat untuk mempermudah kita mengakses suatu konten. Cms mempunyai banyak macam diantaranya Blogger, Wordpress, Drupal, Joomla, Moodle, Cmsid dn masih banyak lagi.

Pasti ada dari kalian yang bertanya tanya tentang.

Bagaimana cara mengetahui CMS suatu website?

Nah pada kali ini saya memposting cara mengetahui cms atau bahasa yang di gunakan website. Langsung saja masuk ke tutorialnya.

Cara mengetahui cms suatu web

Dengan addons appalyzer, kalian bisa ke store browser dan ketikan wapplyzer atau bisa masuk dengan link di bawah.
Google Chrome: disiniMozilla Firefox: disini

  • Setelah itu install
  • Selesai
Untuk mengetahui cms suatu website:
  • Kalian buka website yang ingin kalian ketahui cmsnya
  • Setelah loading selesai, maka wappalyzer akan otomatis mendeteksi cms pada website tersebut
  • Tinggal klik ikon wapplyzer yang ada di pojok kanan atas

Selain itu kalian juga bisa mengetahui programing language atau bahasa pemrograman, widget, frame work dan web server dan masih banyak lagi.

Tambahan cara menetahui cms website tersebut adalah wordpress:
  • Di komentar ada username, akun, dan website
  • Kalian lihat source atau sumbernya dengan cara klik kanan setelah itu sumber halaman atau klik CTRL + U, cari wp-content dengan cara tekan tombol CTRL + F dan ketikkan wp-content. Bila ada berarti itu wordpress
Di gambar atas saya menggunakan website kaskus

20 April 2018

Cara Membuat Gradient Color Pada Footer Template

Cara Membuat Gradient Color Pada Footer Template
Cara Membuat Gradient Color Pada Footer Template

Hai, setelah kemarin saya posting membuat gradient color khususnya pada header, sekarang saya membagikan tutorial membuat gradient pada footer. Saya memakai template milik arlian, untuk template lain bisa menyesuaikan.

Ingat, pastikan jangan sampai menumpuk antara Background utama dengan Background Gradient karena nanti Gradien Color tidak akan muncul, karena itu jika ingin memasang dibagian footer pastikan kalian hapus CSS Background pada footernya dulu. Baru kalian pasang Gradient Color.

Yah, langsung saja terjun ke langkah langkah membuat Gradient color pada header.

Cara Penerapan Gradien Color

  • Masuk ke Dashboard Blog
  • Setelah itu Klik Template / Tema 
  • Klik Edit HTML

Kalian copy script di bawah

{background: linear-gradient(-45deg, #EE7752, #E73C7E, #23A6D5, #23D5AB);background-size: 400% 400%;-webkit-animation: Gradient 15s ease infinite;-moz-animation: Gradient 15s ease infinite;animation: Gradient 15s ease infinite;}
@-webkit-keyframes Gradient{0%{background-position:0 50%}50%{background-position:100% 50%}100%{background-position:0 50%}}@-moz-keyframes Gradient{0%{background-position:0 50%}50%{background-position:100% 50%}100%{background-position:0 50%}}@keyframes Gradient{0%{background-position:0 50%}50%{background-position:100% 50%}100%{background-position:0 50%}}

  • Nah dibagian ini cari kode #footer-wrapper / #footer (setiap template berbeda beda), lalu hapus kode Background nya (saya warnai merah) seperti dibawah ini
#footer-wrapper {
 background: #000;  (ganti script yang saya warnai merah dengan script yang telah kalian copy tadi)
 max-width: 1000px;
 margin: 0 auto;
 position: relative;
}

  • Maka akan hasilnya jadi seperti ini (tanpa background). Lihat gambar di bawah agar lebih jelas
#footer-wrapper {
 {background: linear-gradient(-45deg, #EE7752, #E73C7E, #23A6D5, #23D5AB);background-size: 400% 400%;-webkit-animation: Gradient 15s ease infinite;-moz-animation:  Gradient 15s ease infinite;animation: Gradient 15s ease infinite;}
 @-webkit-keyframes Gradient{0%{background-position:0 50%}50%{background-position:100% 50%}100%{background-position:0 50%}}@-moz-keyframes Gradient{0%{background- position:0 50%}50%{background-position:100% 50%}100%{background-position:0 50%}}@keyframes Gradient{0%{background-position:0 50%}50%{background-position:100% 50%} 100%{background-position:0 50%}}
 max-width: 1000px;
 margin: 0 auto;
 position: relative;
}

  • Jika sudah buat pemanggilan kode terlebih dahulu, misal #footer-wrapper{paste kode animasinya}, Kalian cari <style> atau <b:skin>. Copy script dibawah dan pastekan di bawahnya (<style> atau <b:skin>. Lihat gambar di bawah agar lebih jelas
#footer-wrapper, #back-to-top{background: linear-gradient(-45deg, #EE7752, #E73C7E, #23A6D5, #23D5AB);background-size: 400% 400%;-webkit-animation: Gradient 15s ease infinite;-moz-animation: Gradient 15s ease infinite;animation: Gradient 15s ease infinite;}
@-webkit-keyframes Gradient{0%{background-position:0 50%}50%{background-position:100% 50%}100%{background-position:0 50%}}@-moz-keyframes Gradient{0%{background-position:0 50%}50%{background-position:100% 50%}100%{background-position:0 50%}}@keyframes Gradient{0%{background-position:0 50%}50%{background-position:100% 50%}100%{background-position:0 50%}}

Note: tulisan yang saya warnai kuning samakan dengan kode footer, misal #footer-wrapper atau #footer

  • Lalu kalian Save / Simpan Template.
  • Coba kamu lihat Tampilan nya pasti akan berubah warna
  • Selesai
Lihat gambar di bawah agar lebih jelas
Cara Membuat Gradient Color Pada Footer Template
langkah 1

Cara Membuat Gradient Color Pada Footer Template
la

Mudah banget bukan? yah, untuk mengganti warna dengan warna yang kalian inginkan (meracik warna sendiri) silahkan ganti pada bagian kode warna seperti #E224C3 dan ganti dengan warna yang kamu inginkan (misal #E73C7E)

Nah itulah cara untuk membuat gradien color di blog. Sampai bertemu di tutorial selanjutnya ya. Bye

19 April 2018

Cara Membuat Gradient Color Di Header dengan CSS

Cara Membuat Gradient Color Di Header Dengan CSS

Cara Membuat Gradient Color Di Header Dengan CSS

Hai, pada tutorial ini saya membagikan tentang membuat warna warni (gradient) pada template, karena banyak sekali para blogger sekarang menggunakan Gradien Color, terutama di header, footer dan lain lain. Tentu bagi yang belum paham atau awam pasti sulit untuk menerapkan CSS nya. Sebenarnya Gradient Color menggunakan Animation.

CSS yang dimana setiap warna akan berubah tentu saja kodenya mudah di ingat bila sering dipelajari.
Untuk menerapkan Gradient Color pada blog kalian sangatlah mudah, pastikan jangan sampai menumpuk antara Background utama dengan Background warna warni (Gradient), karena nanti Gradien Color tidak akan muncul, karena itu jika ingin memasang dibagian header pastikan kalian hapus CSS Background pada header dulu. Baru kalian pasang Gradient Color.

Yah, langsung saja terjun ke langkah langkah membuat Gradient color pada header.

Cara Penerapan Gradien Color

  • Silahkan masuk ke Dashboard Blog
  • Setelah itu Klik Template / Tema > Klik Edit HTML
  • Kalian copy script di bawah
{background: linear-gradient(-45deg, #EE7752, #E73C7E, #23A6D5, #23D5AB);background-size: 400% 400%;-webkit-animation: Gradient 15s ease infinite;-moz-animation: Gradient 15s ease infinite;animation: Gradient 15s ease infinite;}@-webkit-keyframes Gradient{0%{background-position:0 50%}50%{background-position:100% 50%}100%{background-position:0 50%}}@-moz-keyframes Gradient{0%{background-position:0 50%}50%{background-position:100% 50%}100%{background-position:0 50%}}@keyframes Gradient{0%{background-position:0 50%}50%{background-position:100% 50%}100%{background-position:0 50%}}
  • Nah dibagian ini cari kode #header-wrapper / #header (setiap template berbeda beda), lalu hapus kode Background nya seperti dibawah ini
#header-wrapper {background: #000; Pastekan di sini (ganti script yang saya warnai merah dengan script yang telah kalian copy tadi) max-width: 1000px; margin: 0 auto; position: relative;}
Maka akan hasilnya jadi seperti ini (tanpa background)
#header-wrapper {{background: linear-gradient(-45deg, #EE7752, #E73C7E, #23A6D5, #23D5AB);background-size: 400% 400%;-webkit-animation: Gradient 15s ease infinite;-moz-animation:  Gradient 15s ease infinite;animation: Gradient 15s ease infinite;} @-webkit-keyframes Gradient{0%{background-position:0 50%}50%{background-position:100% 50%}100{background position:0 50%}}@-moz-keyframes Gradient{0%{background-position:0 50%}50%{background-position:100% 50%}100%{background-position:0 50%}}@keyframes Gradient{0%{background-position:0 50%}50%{background-position:100% 50%} 100%{background-position:0 50%}}max-width: 1000px; margin: 0 auto; position: relative;}
Jika sudah buat pemanggilan kode terlebih dahulu, misal #header-wrapper{paste kode animasinya}, Kalian cari <style> atau <b:skin>. Copy script dibawah dan pastekan di bawahnya (<style> atau <b:skin>
#header-container, #back-to-top{background: linear-gradient(-45deg, #EE7752, #E73C7E, #23A6D5, #23D5AB);background-size: 400% 400%;-webkit-animation: Gradient 15s ease infinite;-moz-animation: Gradient 15s ease infinite;animation: Gradient 15s ease infinite;}@-webkit-keyframes Gradient{0%{background-position:0 50%}50%{background-position:100% 50%}100{background-position:0 50%}}@-moz-keyframes Gradient{0%{background-position:0 50%}50%{background-position:100% 50%}100%{background-position:0 50%}}@keyframes Gradient{0%{background-position:0 50%}50%{background-position:100% 50%}100%{background-position:0 50%}}

Note: tulisan yang saya warnai merah samakan dengan kode header, misal #header-wrapper atau #header

Lalu kalian Save/Simpan Template.
Coba kamu lihat Tampilan nya pasti akan berubah warna
Selesai


 Keterangan : Pada kode diatas hapus bagian Background yang sudah saya terangkan

Pemanggilan kode

Pada pemanggilan kode adalah pada bagian HTML misal kan jika saya ingin memanggil kode <div class="panggil"/> maka yang harus dipanggil ada kode .panggil , kenapa pakai titik? jika kalian tahu perbedaan antara Class dan Id maka akan tahu.

Class dipanggil menggunakan tanda "Titik"
Id dipanggil menggunakan tanda "Pagar"

Lantas untuk memanggil kode yang terahir, yaitu seperti ini.

<div class="header-wrapper"/>
lalu buat cssnya
<style>
.header-wrapper{kode gradien}
</style>

Mudah banget bukan? yah, untuk mengganti warna dengan warna yang kalian inginkan (meracik warna sendiri) silahkan ganti pada bagian kode warna seperti #00000 dan ganti dengan warna yang kamu inginkan (misal #E73C7E)

Nah itulah cara untuk membuat gradien color di blog. Sampai bertemu di tutorial selanjutnya ya. Bye

Source: Kangian.com

Terimakasih untuk kangian.com karena saya sudah diperblehkan merewrite artikelnya.

17 April 2018

Cara Membuat Animasi Loading Blogger Keren


Membuat Animasi Loading Blogger bisa dengan menggunakan Gambar Gif maupun Animasi CSS seperti yang saya gunakan ini, mungkin kalian sudah melihat Animasi Loading yang hanya tampil pada saat masuk ke Home (beranda) saja dan bertulisan "Selamat datang" dengan animasi berputar.

Kalian juga bisa loh pakai animasi loading yang sama dengan blog ini dan caranya juga cukup mudah, tidak susah untuk menerapkan scriptnya, jadi langsung saja buat blog kalian menjadi lebih keren dengan tambahan Animasi Loading ini.

Cara Membuat Animasi Loading Blogger

Sebelumnya saya beritahu dulu, sebelum kalian paste di tema (edit html), kalian paste dulu ke notepad. Karena pada blog ini sudah saya kasih sumber saat di copas, setelah di paste di notepad kalian copy lagi scriptnya, jangan sama sumbernya.


  • Buka Blogger > Klik Template / Tema > Tambahkan kode dibawah ini sebelum kode </head> or </header>

<style>
#4hmad-tantowi{position:relative;max-width:100%;}
canvas{background-position:center;transition:background 3s;}
canvas:active{background-color:#039BE5;background-size:100%;transition:background 0s;}
#page-loader{width:100%;height:100%;background:#2980b9;color:#2980b9;opacity:.99;position:fixed;top:0;left:0;z-index:9999;}
.loading-wrapper{width:250px;position:fixed;top:40%;left:50%;margin-left:-125px;}
.container,.loader,.tp-loader{position:relative;}
.tp-loader{z-index:10000;}
.tp-loader.spinner{width:30px;height:30px;margin:0 auto 10px;background-color:#fff;box-shadow:0 0 20px 0 rgba(0,0,0,.15);-webkit-box-shadow:0 0 20px 0 rgba(0,0,0,.15);-webkit-animation:tp-rotateplane 1.2s infinite ease-in-out;animation:tp-rotateplane 1.2s infinite ease-in-out;border-radius:3px;-moz-border-radius:3px;-webkit-border-radius:3px;}
.loader-job,.loader-name{font-weight:200;-webkit-transition:all .4s ease-in-out;-moz-transition:all .4s ease-in-out;text-align:center;}
.loader-name{color:#fafafa;opacity:.9;font-size:32px;letter-spacing:-2px;padding-left:2px;padding-right:2px;margin-top:12px;transition:all .4s ease-in-out;}
.loader-job{margin-bottom:40px;margin-top:5px;color:#d8d8d8;font-size:12px;transition:all .4s ease-in-out;}
.loader-left{-webkit-transform:translateX(-40px);-moz-transform:translateX(-40px);-o-transform:translateX(-40px);transform:translateX(-40px);opacity:0;}
.loader-right{-webkit-transform:translateX(40px);-moz-transform:translateX(40px);-o-transform:translateX(40px);transform:translateX(40px);opacity:0;}
.loader-up{-webkit-transform:translateY(-80px);-moz-transform:translateY(-80px);-o-transform:translateY(-80px);transform:translateY(-80px);opacity:0!important;}
.loader-down{-webkit-transform:translateY(80px);-moz-transform:translateY(80px);-o-transform:translateY(80px);transform:translateY(80px);opacity:0;}
.loader-hide{opacity:0;}
.loader{display:inline-block;text-align:center;margin:0 auto;width:30px;height:30px;border:4px solid #Fff;top:50%;animation:loader 2s infinite ease;}
.loader-inner{vertical-align:top;display:inline-block;width:100%;background-color:#fff;animation:loader-inner 2s infinite ease-in;}
.loader-animation{text-align:center;-webkit-transition:all .4s ease-in-out;-moz-transition:all .4s ease-in-out;transition:all .4s ease-in-out;}
.footer-social-icons a,.social-icons a{-webkit-transition:all .3s ease-in-out;-moz-transition:all .3s ease-in-out;color:#fff;}
@keyframes loader{0%{transform:rotate(0);}25%,50%{transform:rotate(180deg);}100%,75%{transform:rotate(360deg);}}
@keyframes loader-inner{0%,100%,25%{height:0%;}50%,75%{height:100%;}}
</style>


  • Setelah itu tambahkan kode dibawah ini, letakkan script tepat dibawah <body>


<div id='4hmad-tantowi'>
<div class='loader-container' id='page-loader'>
<div class='loading-wrapper'>
<div class='loader-animation' id='loader-animation'>
<span class='loader'><span class='loader-inner'></span></span>
</div>
<div class='loader-name' id='loader-name'>
<strong>Selamat datang</strong>
</div>
<strong><p class='loader-job' id='loader-job'>Di 4hmad tutorial, mohon tunggu sebentar</p></strong>
</div></div></div>

Note*tulisan yang saya warnai merah bisa kalian ganti

  •  Tambahkan script dibawah ini, taruh diatas kode </body>

<script src='https://rawgit.com/Txmvp/Animation/master/main.js' type='text/javascript'></script>

  • Setelah itu simpan
  • Selesai


Agar tampilan Loading Blogger hanya tampil di Home tambahkan kode <b:if cond='data:blog.url == data:blog.homepageUrl'> pada bagian htmlnya maka hasilnya akan seperti ini

<b:if cond='data:blog.url == data:blog.homepageUrl'>
<div id='4hmad-tantowi'>
<div class='loader-container' id='page-loader'>
<div class='loading-wrapper'>
<div class='loader-animation' id='loader-animation'>
<span class='loader'><span class='loader-inner'></span></span>
</div>
<div class='loader-name' id='loader-name'>
<strong>Selamat datang</strong>
</div>
<strong><p class='loader-job' id='loader-job'>di 4hmad tutorial, mohon tunggu sebentar</p></strong>
</div></div></div>
</b:if>

Tampilan loading hanya akan tampil dibagian Home saja jika menggunakan tag yang ada diatas.

Untuk lebih jelasnya kalian bisa lihat gambar berikut, agar lebih jelas karena jika masih belum paham pasti sulit, dan kode diatas sudah saya coba dibeberapa blog saya dan berhasil bekerja tanpa adanya kendala sama sekali. Jika gambar kurang jelas bisa klik kanan > View Image (Untuk melihat gambar agar jelas)
Cara Membuat Animasi Loading Blogger Keren

Cara Membuat Animasi Loading Blogger Keren

Cara Membuat Animasi Loading Blogger Keren

Yah, itu saja postingan kali ini. Jangan lupa untuk update dan kunjungi tutorial yang lain. Silahkan komen di bawah.

Source : kangiancom

13 Maret 2018

Membuat game html5 dengan html editor

Membuat game html5 dengan html editor

Membuat game html5 dengan html editor -  Pada cara Membuat game html5 dengan html editor ini kita membuat game snake yang tentunya simpel dan sederhana, sebelum itu saya akan sedikit jelaskan mengenai HTML5.


HTML5 adalah generasi ke lima dari HTML yaitu sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web yang digunakan untuk menampilkan informasi di dalam internet.

Perbedaan HTML 5 secara garis besar adalah HTML5 lebih mendukung dalam konten multimedia di bandingkan versi HTML sebelumnya, HTML5 lebih mudah di mengerti oleh browser dan mesin.

Dengan HTML5 kita dapat melakukan berbagai macam animasi multimedia yang beragam, jika kita bisa mengkombinasikannya dengan CSS dan JavaScript. Sebagai contoh sederhana pada kali ini kita akan membuat game snake dengan menggabungkan HTML5 dan JavaScript.

Untuk menulisakan script anda dapat menggunakan html editor apa saja , disini saya menggunakan Notepad ++. Untuk menulis script selain notepad++ yaitu Phpdesigner, Dreamwaver, NetBeans, Eclipse, notepad bawaan windows juga bisa, namun dari html editor berikut ada kelebihan dan kekurangan masing masing.

Karena game ini cukup sederhana saya sarankan menggunakan Notepad atau Notepad++ saja sudah cukup, karena notepadlah yang paling enteng.

HTML5

Buka Html editor anda kemudian copy script di bawah dan di pastekan di Html editor anda.

<!DOCTYPE html>
<html>
    <head> 
    </head>
    <body>
        <!-- HTML5 canvas untuk lokasi game -->
        <canvas id="canvas" width="450" height="450"></canvas>   
    </body>
</html>


Kita mebuat canvas untuk lokasi game kita nanti dengan ukuran 450 x 450

Javascript

Sekarang untuk javascriptnya tambahkan di atas, letakan di antara <head>disini</head> sehingga script anda sekarang menjadi seperti ini :

<!DOCTYPE html>
<html>
    <head>
        <!-- Jquery -->
        <script

src="http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.7.1/jquery.min.js"

type="text/javascript"></script>
        <script type="text/javascript" >
            $(document).ready(function() {
                var canvas = $("#canvas")[0];
                var ctx = canvas.getContext("2d");
                var w = $("#canvas").width();
                var h = $("#canvas").height();

                var cw = 10;
                var d;
                var food;
                var score;

                var snake_array; //membuat cell aray untuk membuat ular

                function init()
                {
                    d = "right"; //default direction
                    create_snake();
                    create_food(); //membuat makanan untuk ular
                    //score game
                    score = 0;

                    if (typeof game_loop != "undefined")
                        clearInterval(game_loop);
                    game_loop = setInterval(paint, 60);
                }
                init();

                function create_snake()
                {
                    var length = 5; //panjang ular default
                    snake_array = [];
                    for (var i = length - 1; i >= 0; i--)
                    {
                        //membuat ular horizontal mulai dari arah kiri
                        snake_array.push({x: i, y: 0});
                    }
                }

                //membuat makanan
                function create_food()
                {
                    food = {
                        x: Math.round(Math.random() * (w - cw) / cw),
                        y: Math.round(Math.random() * (h - cw) / cw),
                    };
                }

                //Mewarnai tubuh ular
                function paint()
                {
                    ctx.fillStyle = "white";
                    ctx.fillRect(0, 0, w, h);
                    ctx.strokeStyle = "black";
                    ctx.strokeRect(0, 0, w, h);

                    //Membuat pergerakan untuk ular.
                    var nx = snake_array[0].x;
                    var ny = snake_array[0].y;
                    if (d == "right")
                        nx++;
                    else if (d == "left")
                        nx--;
                    else if (d == "up")
                        ny--;
                    else if (d == "down")
                        ny++;
                   
                    //Cek tabakan tembok
                    if (nx == -1 || nx == w / cw || ny == -1 || ny == h / cw ||

check_collision(nx, ny, snake_array))
                    {
                        //restart game
                        init();
                        return;
                    }
                   
                    //Cek tabrakan dengan makanan
                    if (nx == food.x && ny == food.y)
                    {
                        var tail = {x: nx, y: ny};
                        score++;
                        //membuat makanan baru
                        create_food();
                    }
                    else
                    {
                        var tail = snake_array.pop();
                        tail.x = nx;
                        tail.y = ny;
                    }

                    snake_array.unshift(tail);

                    for (var i = 0; i < snake_array.length; i++)
                    {
                        var c = snake_array[i];
                        paint_cell(c.x, c.y);
                    }

                    //Mewarnai makanan
                    paint_cell(food.x, food.y);
                    //Mewarnai score game
                    var score_text = "Score: " + score;
                    ctx.fillText(score_text, 5, h - 5);
                }

                function paint_cell(x, y)
                {
                    ctx.fillStyle = "blue";
                    ctx.fillRect(x * cw, y * cw, cw, cw);
                    ctx.strokeStyle = "white";
                    ctx.strokeRect(x * cw, y * cw, cw, cw);
                }

                function check_collision(x, y, array)
                {
                    for (var i = 0; i < array.length; i++)
                    {
                        if (array[i].x == x && array[i].y == y)
                            return true;
                    }
                    return false;
                }

                //Keyboard control ular
                $(document).keydown(function(e) {
                    var key = e.which;
                    if (key == "37" && d != "right")
                        d = "left";
                    else if (key == "38" && d != "down")
                        d = "up";
                    else if (key == "39" && d != "left")
                        d = "right";
                    else if (key == "40" && d != "up")
                        d = "down";
                })
            })

        </script>
    </head>
    <body>
        <!-- HTML5 canvas untuk lokasi game -->
        <canvas id="canvas" width="450" height="450"></canvas>   
    </body>
</html>



Sekarang simpan file anda dengan ekstensi .html contoh : game snake.html. Sekarang game HTML5 anda sudah selesai. Untuk tambahan seperti menambah audio, video, gambar ataupun tulisan seperti punya saya, anda bisa membaca postingan saya di kategori bahasa pemrograman.

Anda dapat mencobanya dengan cara klik 2x pada file html tersebut, disarankan membukanya dengan browser Chrome atau Mozilla, jangan gunakan Internet Explorer untuk menjalankannya, karena kalau menjalankan dengan  Internet Explorer tidak akan jalan.

Nah, itulah cara membuat game html5 dengan html editor yaitu membuat game snake, yang pastinya simpel dan sederhana. Karena kita belajar dari yang mudah dahulu.

Cukup segini dulu postingan kali ini dan jangan lupa untuk membaca tutorial saya lainnya. Dan berkomentarlah. Bye

31 Januari 2018

Cara menambahkan gambar video pada Html


Cara menambahkan gambar dan video pada Html - Setelah saya membagikan cara menambah audio pada html kemarin, sekarang saya membagikan caranya menambah gambar dan video pada html. Dan cara inipun sama dengan cara yang menambah audio.

Seperti yang kita ketahui, dalam bahasa pemrograman HTML itu dapat memasukkan / menyisipkan media baik berupa gambar, audio maupun video. Terdapat 2 cara untuk melakukan ini, yaitu dengan cara embed (menyematkan) dan source langsung.


Menyisipkan Media Dengan Cara Embed (Penyematan)

Merupakan cara yang dilakukan untuk menyematkan media dari pihak ketiga misalnya YouTube, cara ini diawali dengan tag <iframe>. Untuk menggunakan cara ini tentu harus mempersiapkan media di pihak ketiga terlebih dahulu dan code penyematannya berbeda-beda tergantung pihak ketiga tersebut. Silahkan kunjungi pihak ketiga dan klik Embed untuk menggunakan cara ini.

Contohnya pada YouTube, ketika klik Embed / Sematkan pada video yang ingin disematkan maka akan muncul code <iframe> kemudian disalin dan tempelkan di situs HTML pada bagian dimana ingin menampilkan video sematan tersebut.


Menyisipkan Media Dengan Source

Cara ini dilakukan dengan cara memanggil link file yang bersangkutan kemudian ditambahkan tag HTML yang sesuai misalnya untuk gambar menggunakan <img>, untuk audio menggunakan <audio>, untuk video menggunakan <video>. Didalam tag-tag tersebut perlu dipanggil sumber medianya / source nya dengan src=... (berupa link / berupa nama file di localhost).

Catatan: Dalam pemanggilan media di HTML perlu memasukkan jenis file / ekstensinya juga misalnya .png, .jpg, .mp3, .mp4, dll.


1. Menyisipkan Gambar di HTML

Gunakan <img src=””> dalam memanggil media gambar, misalnya seperti ini:

<img src="https://4hmadtutorial.jpg">
https://4hmadtutorial.jpg merupakan sumber / source gambar yang akan ditampilkan (link / online), tentu merupakan source online karena berupa link dan gambar akan muncul jika ada koneksi internet (online) karena menyisipkan gambar dengan URL.

Bisa juga dilakukan dengan sumber lokal / local source, yaitu menyimpan gambarnya di folder terlebih dahulu kemudian panggil via direktori. Misalnya terdapat file HTML dan folder images, dalam folder images tersebut terdapat gambar dengan nama "contoh.png". Maka pemanggilannya akan seperti ini:
<img src="image/contoh.png">
Image disini adalah nama folder direktori yang perlu dilewati sebelum memanggil contoh.png. Begitu juga jika gambar tidak didalam folder (sejajar dengan file HTML tempat dimana menyisipkan kode tersebut) tidak perlu menggunakan images/ langsung saja contoh.png. Sebaliknya, jika berada didalam beberapa folder misalnya gambar terdapat didalam folder images -> image2 -> image3 maka harus dipanggil semua direktorinya (images/image2/image3/contoh.png).


2. Menyisipkan Video di HTML

Sudah banyak sekali yang menyisipkan video dengan cara embed dari pihak ketiga karena tampilannya lebih menari dibanding HTML biasa. Tapi untuk HTML saya rasa tidak kalah menarik karena sudah memiliki full control seperti tombol play, pause, fullscreen, dsb. Untuk menyisipkan video di HTML gunakan tab <video> dan <source> tidak berbeda jauh dengan menyisipkan audio:

<video controls>
  <source src="contohvideo.mp4" type="video/mp4">
</video>
Sama seperti audio, ada tambahan controls didalam video ini fungsinya untuk menampilkan tombol control seperti play / pause / dan segagainya. Jika ingin memanggil video dari link maka ubah contoh.mp4 nya dengan URL video tersebut. Jika video berada didalam beberapa folder misalnya folder video -> videocontoh -> videocontoh2.mp4 maka panggil semua direktorinya (video/videocontoh/videocontoh2.mp4) jangan lupa masukkan juga ekstensi videonya misalnya .mp4.

Tambahan

Pada tagdiatas bisa disesuaikan sesuai kebutuhan, misalnya pada audio dan video jika ingin dibuat autoplay (langsung mulai ketika video tersebut muncul dilayar tanpa perlu klik tombol play) silahkan tambahkan autoplay didalam tag <video>. Contoh: <video controls autoplay>.

Jika ingin dibuat perulangan / loop (video / audio akan kembali memutar kebagian awal setelah musik / video habis) tambahkan loop didalam tag <audio> / <video>. Contoh: <video controls loop>.


Begitu juga untuk gaya / style pada tampilan dan video bisa ditambahkan didalam tag  <video> misalnya menambahkan lebar / tinggi tampilan. Hal ini disebut CSS Inline, lihat disini (bagian CSS Inline) untuk mengetahui lebih lanjut tentang penggunaan CSS Inline.

Note*Tag diatas merupakan tag dari HTML5, jika menggunakan HTML versi lain bisa saja tag tersebut tidak berfungsi dengan baik. Tag HTML5 tersebut bisa dijalankan di semua browser modern, jika tag yang dimasukkan tidak berfungsi silahkan cek di browser lain / coba perbarui versi browser yang digunakan ke versi terbaru.

Cukup sekian untuk tutorial kali ini, tetap jangan lupa untuk mampir ke postingan yang lainnya.

Temukan solusimu di 4hmadtutorial

28 Januari 2018

Cara Menambahkan Audio Di Html

Cara Menambahkan Audio Di Html - sering kita lihat, di dalam html ada audio yang bisa di play (mainkan), seperti web download lagu dan lain - lain. Sebelum masuk ke tutorial saya akan sedikit menjelaskan element audio.

Element audio merupakan elemen baru keluaran HTML5 yang digunakan untuk memasukkan audio seperti lagu ke dalam HTML yang dapat diputar. Penggunaan element audio ditandai dengan pasangan tag <audio>...</audio>. Diantara pasangan tag <audio> terdapat elemen source dan dapat ditambahkan teks yang akan tampil jika browser tidak mendukung elemen audio.

Yah,bila kalian sudah paham dengan element audio, mari langsung saja terjun ke langkah - langkahnya

1. pertama, dengan cara memasang judul

Cara ini sangatlah mudah karena hanya memasang sedikit script saja, namun file html dan audio (lagu yang ingin kalian tambahkan) harus satu folder.

Bahan yang saya gunakan:


  • Text editor (bisa notepad biasa maupun notepad ++, atau bisa yang lainnya)
  • Audio atau lagu yang ingin kalian pasang (masukan)


Setelah bahan - bahan di atas sudah siap, mari kita langsung menuju langkah - langkahnya.


  1. Buka file html kalian dengan text editor (yang ingin kalian tambahkan audio)
  2. Kemudian di bawah tag <body> di beri script di bawah

<audio src="judul lagu kalian.mp3" controls></audio>
Seperti yang saya tuliskan di atas, yaitu file html dan lagu (audio) harus satu folder,untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah.

2. kedua, dengan memasang link audio

Cara yang kedua sangatlah mudah serta tanpa mendownload dulu audionya, karena cara ini hanya membutuhkan link nya saja.

Cara yang ke dua ini juga sama dengan cara pertama tetapi hanya mengganti judul audio menjadi link audio.

Ok,tanpa banyak basa - basi kita langsung saja menuju ke langkah pembuatannya.


  1. Buka file Html yang ingin kalian tambahkan audio
  2. Dan copy script di bawah dan pastekan di bawah tag <body>

<audio src="link audio.mp3" controls></audio>
Cara ke dua hampir sama cara pertama, cuma cara pertama harus satu folder file html dan audinya, namun untuk cara yang ke dua link yang di pasang harus aktiv (masih ada).

Nah itulah cara menambahkan audio di html yang inti, di bawah adalah tambahan, seperti autoplay, mute, putar ulang dan lain - lain:
  • Audio akan diputar secara otomatis (langsung mulai ketika halaman telah dimuat).
<audio src="judul.mp3/link" autoplay controls></audio>

  • Controls audio ditampilkan. Controls, dapat dilihat seperti player yang biasanya berisi perintah seperti tombol play/pause, slider, volume dan sebagainya. Setiap browser memiliki tampilan controls yang berbeda.
<audio src="judul audio.mp3/link" controls></audio>
  • Untuk memutar ulang audio ketika selesai.
<audio src="judul audio.mp3/link" loop></audio>
  • Untuk membisukkan suara, audio akan diputar tanpa suara pada awal inisial.
<audio src="judul audio.mp3/link" muted></audio>

  • Seberapa penting audio harus diload ketika halaman web dimuat.
 <audio src="judul audio.mp3/link" preload="metadata"></audio>
Nah itulah tambahan dari tag audio, bagaimana? mudah bukan, ya pastinya sangat mudah.

Cukup segini untuk tutorial kali ini, dan nantikan tutorial selanjutnya, jangan sampi lupa juga untuk menikmati tutorial di postingan yang lainnya.

Baca juga  Cara membuat tulisan seperti 4hmad-tutorial dengan HTML